Bogor – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor menggelar acara syukuran Hari Lahir (Harlah) ke-53 PPP sebagai bentuk rasa syukur atas eksistensi partai yang telah melewati berbagai dinamika politik nasional dan daerah.
Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan langkah partai dalam menghadapi agenda politik ke depan, khususnya Pemilu 2029.
“Ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Harapannya, semangat seperti ini tidak hanya di Kabupaten Bogor, tetapi juga di seluruh daerah, khususnya Jawa Barat dan pusat,” ujar Elly kepada Radar Bogor, Kamis (22/1/2026).
Menurut Elly, meski telah berusia lebih dari setengah abad, PPP Kabupaten Bogor masih tetap eksis dan memiliki nilai tawar politik yang kuat di tengah persaingan partai yang semakin ketat.
Pada momentum Harlah ini, PPP Kabupaten Bogor juga menegaskan fokusnya dalam menyiapkan strategi menghadapi pemilihan umum mendatang. Elly menyebut, peta pemilih ke depan akan didominasi oleh generasi Z, generasi Alpha, serta kaum milenial.
“Karena itu, kami mulai mengedepankan rekrutmen anak-anak muda usia 17 sampai 25 tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan, PPP Kabupaten Bogor saat ini tengah mengintensifkan pembinaan dan pelatihan kader muda melalui pembentukan Madrasah Kader Partai (MKP). Program ini diharapkan menjadi wadah regenerasi kepemimpinan partai.
“Tujuannya agar mereka menjadi estafet para pendahulu. Kami ingin anak muda mulai berminat pada politik, dan khususnya tertarik bergabung dengan PPP,” katanya.
Elly juga mengakui bahwa merekrut kader muda bukan perkara mudah. Selama ini, banyak kader PPP berasal dari garis keturunan atau keluarga yang telah lama aktif di partai.
“Kalau yang benar-benar baru masuk dunia politik itu memang agak sulit. Tapi dengan adanya Madrasah Kader Partai, alhamdulillah sedikit demi sedikit mulai berdatangan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, regenerasi menjadi kebutuhan mendesak karena jumlah pemilih tradisional akan terus berkurang seiring faktor usia.
“Kita tidak bisa hanya bertahan pada pemilih lama. Ke depan, pemilih usia di atas 40 tahun akan semakin berkurang. Maka dari sekarang kita mulai menyiapkan kader muda,” pungkas Elly.


