Bogor – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di Kecamatan Sukaraja. Sejumlah persoalan yang mencuat didominasi keluhan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga status jalan desa.
Ferry mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat telah dicatat dan akan dikawal bersama-sama dengan dinas terkait agar dapat direalisasikan secara bertahap.
“Memang banyak masukan dari masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, sampai infrastruktur. Semua sudah kami catat dan Insya Allah akan kita kawal bersama-sama,” ujar Ferry saat reses di Sukaraja.
Di bidang pendidikan, Ferry menyoroti kondisi sejumlah bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak layak. Bahkan, terdapat sekolah yang bangunannya belum pernah dibangun sejak tahun 1997.
“Tadi ada usulan terkait sekolah yang dari tahun 1997 sampai sekarang belum terbangun. Insya Allah aspirasi ini akan kami kawal dan saya upayakan pada tahun 2027 sudah bisa direalisasikan, karena bangunannya sudah sangat tua dan membahayakan anak-anak yang belajar,” jelasnya.
Selain pendidikan, persoalan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian. Ferry menyinggung adanya jalan yang saat ini tertutup karena status kepemilikan lahan yang masih menjadi polemik.
“Terkait jalan yang ditutup, memang harus dilihat permasalahannya. Dari hasil rapat tadi, jalan tersebut ternyata memiliki sertifikat milik pribadi di wilayah Desa Cimandala. Namun kepala desa menyampaikan bahwa jalan itu merupakan jalan desa, meskipun pada tahun 2012 muncul sertifikat yang masuk ke tanah PT,” paparnya.
Menurut Ferry, persoalan tersebut akan ditindaklanjuti oleh Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Ferry juga menyoroti kondisi pagar dan turap Puskesmas yang dinilai rawan dan perlu segera ditangani. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Camat Sukaraja dalam forum reses.
“Pagar dan turap Puskesmas juga menjadi perhatian. Itu sangat penting karena kalau tidak segera ditangani, berpotensi longsor dan bisa mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ferry memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Kecamatan Sukaraja akan menjadi bahan pembahasan lanjutan di DPRD Kabupaten Bogor dan dikawal agar masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.


